Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tahapan Proses Dari Padi Menjadi Beras Hingga Bisa di Konsumsi

Proses dari padi menjadi beras
Tahapan proses dari padi menjadi beras

serenapos.com - Makan sehari-hari tanpa tahu proses yang kita makan itu seperti apa? Sesekali anda harus mengetahui bagaimana langkah-langkah proses dari padi menjadi beras hingga bisa di konsumsi setiap hari. 

Terutama bagi anda yang saat ini hidup di kampung maupun pedesaan, sudah tak asing lagi dengan proses dari padi menjadi beras ini. tapi, bagi anda yang sekarang hidup di perkotaan yang belum mengetahui tentang padi sebelum menjadi beras ini banyak tahapan-tahapan yang perlu di ketahui. 

Proses padi menjadi beras ini cukup panjang sekali, hingga butuh waktu dan tenaga yang cukup membuat lelah. Bahkan, menjadi seorang petani padi itu tidaklah gampang, butuh kematangan agar bisa menghasilkan padi yang bagus dan berkualitas. 

Mengapa Masyarakat Indonesia Bergantung Pada Padi? 

Perlu anda ketahui, karena Indonesia Negara Agraris dimana petani padi lebih banyak daripada petani gandum. Itulah sebab Orang Indonesia lebih sering makan nasi dibanding roti. 

"Belum kenyang kalau tidak makan nasi" filosopi tersebut khas dari orang Indonesia, jika belum ketemu nasi maka dirasa belum kenyang. Maka dari itu, masyarakat Indonesia sangat bergantung kepada nasi. 

Nasi yang kita ketahui hanya butiran putih kecil dan pulen tersebut, terutama sebagai makanan pokok setiap hari. perlu bagi anda untuk mengetahui tahapan proses panjang dari padi menjadi beras hingga bisa di konsumsi setiap waktu. 

Tahapan Proses Dari Padi Menjadi Beras 

Disini proses padi sebelum menjadi beras melewati beberapa tahapan-tahapan yang perlu anda ketahui, seperti berikut :

#Langkah Awal

Langkah pertama, sawah adalah tempat bercocok tanam untuk padi tersebut. Nah, sawah tersebut sebelum ditanami padi biasanya akan di garuk terlebih dahulu hingga tanah yang berada di bawah akan naik ke atas, biasanya menggunakan traktor maupun cangkul. 

Proses padi menjadi beras
Pembajakan tanah sawah sebelum ditanami padi
Pembajakan sawah tersebut bertujuan agar tanah yang tadinya keras menjadi lunak. Sehingga proses ini bisa memakan waktu yang cukup lama (apalagi sawah yang dibajak sangat luas). 

Tahapan ini bagi para pembajak sawah cukup melelahkan, bagi mereka tanah sawah harus di garuk atau penggaruan hingga posisi tanah yang dibawah harus muncul keatas. Apalagi kalau tanahnya sudah tidak lama ditanami sawah, karena proses pembajakan akan lebih sulit lagi.

Jika tahapan langkah awal ini selesai, biasanya di diamkan terlebih dahulu kurang lebih 7 hari. Supaya sawahnya dapat dialiri air terlebih dahulu hingga proses selanjutnya lebih memudahkan lagi. 

#Langkah Kedua

Tahapan ke dua ini hampir sama seperti langkah pertama diatas, jika sawah sudah di diamkan kurang lebih 7 hari dan dialiri air. selanjutnya sawah kembali dibajak untuk kedua kalinya. 

Proses padi menjadi beras
Langkah kedua, tanah akan dibajak hingga rata 

Tujuan pembajakan sawah kali ini untuk lebih melunakan struktur tanah hingga menjadi rata seperti lumpur yang kita ketahui. tidak hanya itu, agar nantinya saat di tanami padi lebih memudahkan lagi. 

Adapun manfaat pembajakan sawah sebagai berikut :

  • Menambah unsur organik, karena rumput akan menjadi pupuk alami agar tanah menjadi lebih subur. 
  • Pemberantasan biji gulma, sebab dengan pembajakan sawah tumbuhan dan biji gulma akan terbenam. 
  • Mengurangi pertumbuhan hama penyakit, sebab pembajakan bisa mengurangi hama karena tanah akan dibajak hingga struktur tanah menjadi lunak. 
Setelah sawah sudah diratakan dan struktur tanah menjadi lunak seperti lumpur, sawah harus digenangi air kembali selama kurang lebih 7 hari sampai 10 hari. Supaya sisa-sisa sampah organik alami seperti daun akan mengurai hingga membuat tanah menjadi lebih subur saat akan ditanami padi. 

#Langkah Ketiga

Setelah didiamkan selama 7-10 hari dan di aliri air, tiba waktunya untuk bercocok tanam padi. disini proses sebelum bibit padi ditanam ke sawah, sebelumnya anda harus membuat penyemaian/semai padi terlebih dahulu. 

Penjelasan Cara penyemaian padi secara singkat :
  • Siapkan padi yang akan dijadikan bibit nantinya. 
  • Benih padi hendak di semai dengan cara direndam di air dalam waktu 1-2 hari.
  • Siapkan lahan untuk penyemaian bibit padi, bisa dengan cara penyemaian secara modern (tidak perlu penyemaian disawah) dan bisa juga penyemaian di lahan sawah yang sudah disiapkan. 
  • Bibit padi akan dirasa sudah siap ditanami di sawah ketika berumur 25 hari sebelum masa tanam. 
Penyemaian bibit padi harus berumur kurang lebih 25 hari, setelah sudah cukup umurnya. Tahapan selanjutnya bibit padi ditanam di sawah dengan cara meletakkan padi satu-satu hingga berjajar dengan rapih. 

#Langkah Ke-empat

Biasanya para petani akan mengontrol terus sawahnya dimulai dari padi berumur satu bulan hingga masa panen telah tiba. 

Di mulai dari perawatan memberi pupuk hingga aliran air harus tetap terjaga. Ketika pemberian pupuk sawah harus dikeringkan terlebih dahulu, supaya saat diberi pupuk akan langsung menyerap kedalam tanah. 

Biasanya padi yang berusia dibawah satu bulan akan rentan akan hama penyakit, maka dari itu para petani diwajibkan untuk selalu mengontrol sawah yang digarapnya. 

Pada umumnya pertumbuhan tanaman padi dibagi menjadi 3 fase, yaitu :
  • Fase Vegetatif, awal pertumbuhan sampai pembentukan malai (usia padi 0 - 60 hari).
  • Fase Generatif/Reproduktif, pembentukan malai sampai muncul bunga padi atau pembungaan (usia padi 60 - 90 hari). 
  • Fase Pematangan, fase pembungaan sampai gabah matang hingga padi siap panen (usia padi 90 - 120 hari).
Fase pertumbuhan padi tersebut, para petani harus benar-benar merawatnya jika ingin hasil padi yang berkualitan dan juga hasilnya melimpah. 

Perawatan sangat penting, karena hama yang akan menyerang padi seperti keong, ulat, belalang, dan hama lainnya akan terus menyerang. Sehingga diperlukan pengawasan yang ekstra tentunya. 

#Langkah Kelima

Langkah kelima ini, jika padi sudah tiba saatnya untuk dipanen. Biasanya para petani sebelum memanen padi akan berjaga terlebih dahulu agar tidak terkena hama burung pipit dan lainnya. 

Penen padi
Padi sudah siap dipanen

Padi yang sudah berisi sangat rentan sekali, terutama burung pipit yang akan terus memakan padi yang akan di panen dapat menyebabkan padi menjadi hampa dan tidak berisi. Hasil panen pun akan gagal bilamana padi yang sudah matang dibiarkan dimakan burung. 

Bukan soal satu dua burung yang akan memakan padi, melainkan ratusan hingga ribuan burung pipit biasanya bergerombol akan menyerang padi yang sudah berisi terutama padi yang sudah matang. 

Kebiasaan para petani akan menjaga sawahnya dengan membuat Orang-orangan sawah, bertujuan untuk menakuti burung yang hinggap saat padi sudah matang. Tak hanya itu, lonceng yang terbuat dari kaleng yang di isi batu-batu kecilpun akan meramaikan suasana sawah saat akan panen tiba, dengan menggunakan tali dan menggebrak-gebrak hingga mengeluarkan bunyi yang berisik. 

Semuanya bertujuan agar padi yang siap panen tidak diserang segerombolan burung. 

#Langkah ke-enam

Padi yang sudah matang siap untuk dipanen. dalam proses panen padi, biasanya sawah akan dikeringkan terlebih dahulu agar memudahkan saat panen. 

Kebanyakan masyarakat indonesia, saat panen padi telah tiba masih menggunakan cara manual seperti mengarit dan menggebot padi pada alat yang sudah disiapkan. 

Dalam tahapan ini, para petani biasanya akan mengumpulkan jerami bekas padi dan dikumpulkan untuk dibakar, supaya menjadikan tanah menjadi subur secara alami.

Padi yang sudah dipanen akan dimasukkan kedalam karung yang sudah disiapkan. Dilanjut dibawa ke rumah para petani hingga panen selesai. 

#Langkah ketujuh

Masa pengeringan padi/gabah dimulai. dalam tahapan ini, padi akan dikeringkan atau dipanaskan melalui sinaran matahari yang terik. 

Pengeringan padi
Pengeringan padi dibawah terik matahari

Pengeringan gabah tersebut bertujuan agar memudahkan nantinya saat akan digiling menjadi beras. Jika gabah masih basah, susah untuk digiling menjadi beras dan hasilnya akan buruk. 

Maka harus melewati tahapan pengeringan gabah atau padi terlebih dahulu. pengeringan gabah dengan cara memasang terpal ditanah dan di isi dengan padi yang sudah matang tadi sehingga padi agar cepat kering dan siap untuk digiling menjadi beras. 

#Langkah Kedelapan

Tahapan proses akhir dari padi menjadi beras adalah penggilingan gabah yang sudah benar-benar kering. gabah yang kering akan digiling agar antara cangkang dan isi terpisah sehingga menjadi beras yang kita ketahui saat ini. 

Proses dari padi menjadi beras
Tahap akhir, penggilingan dari padi menjadi beras

jika hasil yang memuaskan, beras akan putih dan bagus kualitasnya. Mengapa sebelum digiling diharuskan pengeringan gabah agar beras yang dihasilkan pun putih dan berkualitas tinggi. 

Sampai sini beras yang sudah digiling siap untuk dikonsumsi.

Kesimpulan:

Dari tahapan diatas dapat kita simpulkan, bahwasannya tahapan proses dari padi menjadi beras membutuhkan perjuangan yang ekstra, dimulai dari :

  • Pembajakan sawah
  • Merawat padi
  • Memisahkan padi dari batangnya
  • Pengeringan padi
  • Hingga penggilingan padi menjadi beras
Putih kecil dan pulen yang sering kita makan setiap hari ternyata prosesnya sebelum menjadi nasi benar-benar butuh perjuangan. 

Menghargai para petani dari sekarang wajib kita terapkan. Tidak hanya itu, menghargai nasi dari sekarang setelah mengetahui begitu panjangnya proses dari padi menjadi beras tersebut.

Posting Komentar untuk "Tahapan Proses Dari Padi Menjadi Beras Hingga Bisa di Konsumsi"