Cara Menanam Bawang Putih Di Sawah Dengan Mudah
![]() |
| Menanam bawang putih di sawah menjadi pilihan yang tepat |
Bawang putih adalah jenis bumbu dapur yang berasal dari keluarga bawang-bawangan. Bawang putih memiliki rasa pedas dan aromatik yang kuat, sehingga sering digunakan sebagai bumbu dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Bawang putih juga dikenal memiliki khasiat kesehatan yang banyak, dan telah digunakan dalam pengobatan tradisional sejak lama.
Beberapa manfaat kesehatan yang dikaitkan dengan bawang putih antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan kesehatan jantung, dan memiliki efek antimikroba dan antivirus. Bawang putih juga mengandung senyawa yang disebut alicin, yang diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Oleh karena itu, menanam bawang putih di sawah maupun di kebun cara pengerjaannya sama saja. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam merawatnya. Jika bawang putih di tanam di sawah harus membutuhkan sistem irigasi air yang baik, sementara di area perkebunan harus secara rutin untuk menyiramnya.
Jika hanya sekedar menanam bawang putih untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga saja, anda bisa melakukan dengan cara lebih praktis lagi (menggunakan polybag dan sejenisnya) . Tapi, bila anda ingin lebih dari itu dan mempunyai lahan yang luas yang tidak terpakai. seperti sawah dan kebun, bisa anda gunakan untuk menanam bawang putih agar hasilnya melimpah.
Berikut ini akan di jelaskan secara lengkap mengenai cara menenam bawang putih di sawah maupun di kebun agar hasilnya melimpah.
Cara Menanam Bawang Putih Di Sawah
1. Persiapkan Lahan Sawah
Siapkan lahan sawah terlebih dahulu yang akan ditanami bawang putih nantinya. Bersihkan area pesawahan dari rumput-rumputan dan gemburkan tanahnya dengan cangkul atau di bajak.
Jenis tanah untuk ditanami bawang putih adalah tanah yang bertekstur lempung berpasir. Di atas tanah seperti ini bawang putih bisa tumbuh dengan mudah dan cepat.
Berikut cara mempersiapkan lahan yang akan ditanami bawang putih:
- Membajak atau mencangkul sawah sedalam 20-30 cm.
- Pembajakan sawah dilakukan setiap 2-3 kali dalam seminggu.
- Selanjutnya lahan dibuat bedengan selebar 50-150 cm, dengan tinggi 20-50 cm.
- Buatkan lubang-lubang kecil diatas bedengan dengan kedalaman 2-4 cm. (bertujuan untuk bibit bawang putih nantinya).
- Buat bedengan untuk irigasi sekitar dengan lebar 30-40 cm.
2. Penanaman Bibit Bawang Putih
Tahap selanjutnya, persiapkan bibit bawang putih yang berkualitas. Bisa juga membeli bawang putih dari penjual serba bibit-bibit unggul tanaman atau bibit dari hasil panen sebelumnya.
Dalam tahap penanaman bibit bawang putih, sebaiknya umbi bawang putih yang akan ditanam memiliki ukuran yang sama. Bibit bawang putih ditanam kedalam lubang yang telah di buatkan di kedalam 2-4 cm tadi.
Jarak tanam disesuaikan ukuran siung yang digunakan, misalnya jika bobot siung lebih ringan dari 1,5 gram, maka jarak tanamnya 20 cm x 20 cm.
Untuk kebutuhan bibit sendiri, maka setiap satu hektar lahan membutuhkan sekitar 1.600 kg jika berat siung bibit 3 gram. Akan tetapi jika berat siung bibit hanya 1 gram, maka dibutuhkan bibit sekitar 670 kg.
Lebih jelasnya sesuaikan saja dengan lahan anda masing - masing.
3. Pemupukan Secara Rutin
Pemupukan bawang putih sangat penting untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan pemupukan bawang putih :
- Persiapkan pupuk organik, seperti pupuk kandang atau kompos, dan pupuk anorganik, seperti pupuk NPK.
- Pupuk organik dapat diberikan sebelum tanam dan pupuk anorganik dapat diberikan saat tanaman berumur sekitar 3-4 minggu setelah tanam.
- Waktu pemupukan : Pupuk dapat diberikan sekitar 1-2 minggu setelah tanam atau ketika bawang putih telah tumbuh sekitar 10-15 cm. Pemupukan bisa diulang setelah 2-3 bulan kemudian.
4. Pengolahan Tanah/Pemulsaan
5. Pengairan Irigasi Lahan
Pengairan irigasi pada bawang putih sangat penting untuk menjaga kelembaban tanah dan mendukung pertumbuhan dan produksi bawang putih yang optimal.
Frekuensi pengairan bawang putih membutuhkan pengairan secara teratur, terutama pada awal musim tanam. Lakukan pengairan setiap 3-5 hari sekali, tergantung pada kondisi tanah dan cuaca.
Sementara itu, pada saat pembentukan tunas pengairan dilakukan 8-14 hari sekali. Pengairan diberhentikan total saat pembentukan umbi maksimal atau 11 hari menjelang masa panen tiba.
Cara Merawat Tanaman Bawang Putih dengan Benar
- Penyiraman: Tanaman bawang putih membutuhkan penyiraman yang cukup, terutama pada musim kemarau. Namun, pastikan tidak terjadi genangan air pada lahan karena dapat menyebabkan pembusukan pada umbi.
- Pemupukan: Tanaman bawang putih memerlukan pupuk untuk pertumbuhan yang optimal. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk kandang atau pupuk buatan. Pemberian pupuk dapat dilakukan setiap 2-3 minggu sekali.
- Pencegahan hama dan penyakit: Periksa secara rutin tanaman bawang putih untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Jika ada hama atau penyakit, segera lakukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.
- Penyiangan: Penyiangan tanaman bawang putih merupakan salah satu kegiatan penting dalam pemeliharaan tanaman bawang putih.

Posting Komentar untuk "Cara Menanam Bawang Putih Di Sawah Dengan Mudah"
Silahkan Berkomentar dengan Baik dan Sopan.